Connect with us

PAN Tentukan Sikap Merapat ke Jokowi Lewat Rakernas, Amien Minta Jangan Bergabung

Politik

PAN Tentukan Sikap Merapat ke Jokowi Lewat Rakernas, Amien Minta Jangan Bergabung

Sijorimandiri.com, Jakarta – Partai Amanat Nasional (PAN) memastikan akan segera menggelar Rapat Kerja Nasional (rakernas) untuk membahas beberapa isu terkait arah dan posisi partai setelah proses Pileg dan Pilpres 2019 selesai. Salah satunya soal kepastian merapat ke Joko Widodo-Ma’ruf Amin atau tidak.

Sekretaris Jenderal PAN, Eddy Soeparno menyebut kemungkinan rakernas akan digelar akhir bulan Juli atau paling lambat awal Agustus. Namun dia belum mau merinci kapan tanggal pasti rakernas itu digelar.

“Rakernas saya pikir nggak lama lagi akhir bulan ini atau paling tidak di awal Agustus. Belum ada tanggal pasti,” kata Eddy ditemui di DPP PAN, Jalan Daksa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (15/7).

Dia menyebut semua sikap partai terkait koalisi atau oposisi selama lima tahun ke depan akan dibahas secara formal dalam rakernas tersebut. Hasilnya pun akan disampaikan langsung oleh Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan.

“Saya kira kalau kita bicara sikap PAN ke depannya ya nanti segala sesuatu akan diformalisasi melalui rakernas,” kata Eddy.

Meski begitu, Eddy memastikan PAN akan selalu mendukung semua program pemerintahan Jokowi-Ma’ruf selama program-program itu pro rakyat dan demi kemajuan Indonesia.

“Sudah disampaikan ketua umum bahwa kita dukung presiden dan wakil presiden terpilih, kita dukung program pemerintah sepanjang itu pro rakyat dan pro pertumbuhan ekonomi pasti kita dukung,” kata dia.

Namun dukungan itu bukan berarti menyetujui semua program yang digelontorkan Jokowi-Ma’ruf. Pihaknya tentu akan menyampaikan ketidaksetujuan jika ada program yang melenceng atau tidak sesuai dengan kepentingan rakyat.

“Tapi ya kalau ada hal yang masih belum pas perlu kita luruskan ya kita sampaikan itu secara konstruktif secara kritis secara beretika. Itu komitmen PAN dari awal dan itu sudah disampaikan oleh Pak Ketum,” katanya.

Terkait pernyataan Amien Rais yang menolak sama sekali PAN bergabung dalam pemerintahan Jokowi-Ma’ruf di periode mendatang, Eddy enggan berkomentar. Alasannya karena dia mengaku tak mendengar langsung pernyataan tersebut.

“Ya kembali saya belum dengar apa yang disampaikan Pak Amien jadi saya tidak berani menanggapi, tetapi kembali lagi ya DPP dalam hal ini dipimpin oleh ketum nanti akan menyampaikan secara formal ke depan seperti apa,” kata dia.

“Tapi saya kira oposisi atau (gabung) pemerintah dua-duanya sangat terhormat. Jadi masalah oposisi atau bergabung ya soal itu kita ada dimana saja, tapi yang paling penting rakyat itu merasakan manfaat keberadaan kita,” kata dia.

Jangan Sampai Bergabung

Sementara Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais berharap PAN tak bergabung ke koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin pascapilpres 2019. Dia ingin PAN menjadi oposisi.

“Sama, jangan sampai bergabung,” kata Amien di DPP PAN, Jalan Daksa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin(15/7/2019).

Amien menegaskan agar pemerintahan seimbang dengan adanya oposisi. Menurut dia, oposisi berperan penting untuk mengawasi pemerintahan Jokowi-Ma’ruf 5 tahun ke depan.

“Soal kekuasaan berikan kesempatan yang utuh pada Pak Jokowi dan Ma’ruf Amin, dengan nanti 5 tahun kita awasi dan itulah produk indah demokrasi,” kata Amien.

Sementara itu, Anggota Dewan Kehormatan PAN Dradjad Wibowo menambahkan, PAN kemungkinan besar mengambil langkah sebagai oposisi pascapilpres. Menurut Dradjad, sebagian besar kader PAN mengikuti nasihat Amien.

“Jadi gini, kalau di PAN itu sebagian besar, bahkan mungkin hampir semuanya ya, hanya sebagian kecil saja yang tidak, itu mendengarkan nasihat Pak Amien,” kata Dradjad saat diwawancarai usai jumpa pers Amien Rais.

“Bang Zul juga, insyaallah akan mengikuti nasihat Pak Amien,” sambungnya.

Dia juga menjelaskan DPW PAN banyak yang berkeinginan menjadi oposisi. Pihaknya sudah berkomunikasi terkait sikap politik itu.

“Saya bukan tipe orang yang suka klaim ya. Tapi yang jelas mereka sudah komunikasi dengan semua pihak dan insyaallah lebih banyak yang ingin tetap di oposisi,” tuturnya.

Di lokasi yang sama, Wakil Ketua Umum PAN, Ahmad Hanafi Rais mengatakan keputusan resmi partai akan diputuskan dalam rakornas. Dia menuturkan kemungkinan keputusan akan mengikuti nasihat Amien Rais.

“Kita tidak mau larut dalam siasat adu domba. Mungkin mau diintervensi dari luar macam-macam ya. Sehingga tunggu saja nanti pasti partai punya sikap resmi, dan tidak mungkin tidak mendengarkan dan memerhatikan dengan seksama masukan dari pendiri partai, Pak Amien Rais, maupun juga mayoritas suara para kader dan simpatisan yang sudah memilih PAN selama ini, terkait dengan keinginan untuk menjadi oposisi. Tapi nanti tentu sikap resmi melalui forum ya. Tunggu saja,” kata Hanafi. (sm/detik)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Politik

To Top