Connect with us

TKI di Malaysia Diimbau Tak Pulang, MUI Minta Negara Tutup Pintu Masuk TKA

Nasional

TKI di Malaysia Diimbau Tak Pulang, MUI Minta Negara Tutup Pintu Masuk TKA

Sijorimandiri.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy meminta kesadaran para WNI yang tengah berada di Malaysia untuk tak pulang dahulu ke Indonesia terlebih dulu. Imbauan disampaikan untuk melindungi mereka dan juga masyarakat dari penularan wabah virus corona.

“Kebijakan ini merupakan upaya pemerintah untuk melindungi warganya sekaligus meminta kesadaran WNI untuk sementara tidak kembali ke Indonesia dalam situasi masih tingginya penyebaran Covid-19 di Indonesia,” kata Muhadjir melalui rilis yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (2/4).

Dari data Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM kurang lebih sebanyak 3.332.871 Warga Negara Indonesia (WNI) berada di Malaysia. Saat ini mereka terkena imbas kebijakan Movement Control Order (MCO) yang diberlakukan oleh negara tersebut sejak 18 Maret hingga 14 April mendatang.

Kebijakan yang diambil Pemerintah Malaysia untuk mencegah penyebaran Virus Corona ini mengakibatkan ratusan ribu WNI yang menjadi pekerja migran tertahan dan tidak bekerja. Akibanya, tak sedikit dari mereka yang akhirnya memilih kembali ke kampung halamannya di Indonesia.

Meski mengimbau dan meminta kesadaran langsung para pekerja migran ini, Muhadjir mengaku pemerintah tetap menyiapkan beberapa strategi jika para WNI tersebut ingin pulang.

Salah satu strategi yang dilakukan pemerintah dalam pencegahan masuknya wabah virus yang dibawa oleh pekerja migran ini yakni dengan melakukan pengawasan ketat dan sesuai protokol kesehatan, misalnya dengan memeriksa kondisi kesehatan setiap WNI yang baru pulang dari luar negeri.

“Mereka yang masuk, akan dipastikan dalam kondisi sehat dan negatif Covid-19,” kata Muhadjir.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan terdapat tiga titik pintu masuk utama yang akan diawasi dengan ketat. Titik tersebut biasanya dipakai para pekerja migran yang pulang ke Indonesia.

“Lewat jalur darat, yakni Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di wilayah Kalimatan Barat yaitu PLBN Entikong, PLBN Aruk, dan PLBN Badau,” kat Retno.

Selain jalur darat, diperkirakan banyak pekerja migran ini yang akan menggunakan jalur laut dan udara. Mereka bahkan ada yang menggunakan jalur ilegal.

Pihak Kemenlu juga tengah berkoordinasi dengan Malaysia, KBRI Kuala lumpur dan KJRI dari daerah tertentu terkait data-data PMI yang pulang ke Indonesia untuk memastikan status kesehatan mereka.

Pemerintah pusat juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah (pemda) yang menjadi pintu masuk kedatangan. Penambahan petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) oleh Kementerian Kesehatan dan bantuan dari TNI/Polri akan memperkuat sistem screening saat menerima kedatangan PMI dan maupun ABK.

“Bagi WNI yang terpantau dalam kondisi kurang atau tidak sehat, akan langsung mendapat perawatan khusus di rumah sakit rujukan. Bagi yang sehat, maka diizinkan langsung kembali ke daerah asalnya dengan melakukan karantina pribadi selama 14 hari dibarengi monitoring yang baik oleh pihak pemda,” katanya.

MUI Dorong Tutup Pintu Masuk TKA

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Didin Hafidhudin meminta pemerintah menutup akses masuk bagi tenaga kerja asing (TKA) dari negara manapun di tengah wabah corona (Covid-19) saat ini.

“Gak boleh ada yang masuk. Apapun alasannya. Apapun alasannya TKA gak boleh ada yang masuk dalam kondisi sekarang ini,” kata Didin saat melakukan teleconference dengan para pewarta, Kamis (2/4).

Didin mengaku khawatir bila kedatangan TKA itu justru memperparah jumlah penularan virus corona di Indonesia.

Diketahui, jumlah pasien positif corona di Indonesia mencapai angka 1.677 kasus per Rabu (1/4). Dari jumlah itu, korban meninggal mencapai 157 jiwa, dan jumlah yang sembuh 103 orang.

Sebelumnya, TKA asing masih memasuki Indonesia di tengah wabah corona belakangan ini. Terakhir, TKA asal China masuk ke wilayah Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kedatangan mereka di Bandara Kendari sempat viral di media sosial. Selain itu, terdapat 39 TKA yang masuk ke Kabupaten Bintan Kepulauan Riau, namun mereka kini sudah dipulangkan ke negaranya masing-masing.

Pada kesempatan itu, Sekretaris Wantim MUI, Nur Ahmad menyatakan Wamtim MUI mendukung langkah pemerintah untuk memberlakukan karantina wilayah. Karantina wilayah itu, kata dia, dilakukan di wilayah yang penyebaran virus corona tergolong tinggi.

“Mendukung langka pemerintah dalam memberlakukan karantina wilayah terutama di wilayah wabah covid-19 yang besar,” kata Ahmad.

Di samping pemberlakuan karantina wilayah, Ahmad meminta pemerintah melalukan optimalisasi program jaminan sosial bagi para fakir miskin dan pekerja lepas harian. Menurutnya, elemen masyarakat itu sangat terdampak dari sisi ekonomi dari penyebaran virus corona saat ini.

“Bisa lewat APBN, BUMN dan donasi-donasi lainnya. Kepada semua lembaga filantropi, baik pusat dan daerah,” kata dia.

Selain itu, Ahmad juga berharap lembaga infak dan sedekah, baik di pusat dan daerah, untuk bersama-sama menyalurkan bantuan bagi kelompok masyarakat tersebut.

“Secara fisik menjaga jarak, dan secara hati menyampaikan empati kepada mereka,” kata dia. (mb/cnn indonesia)

Continue Reading

More in Nasional

To Top