Connect with us

Lahan Garam Terendam Rob, Ratusan Petani Resah

JATENG

Lahan Garam Terendam Rob, Ratusan Petani Resah

DEMAK – Para petani garam di Desa Kedungmutih Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, seharusnya pada akhir bulan Mei 2021sudah mulai menggarap lahannya, namun karena jebolnya tanggul SWD 1 telah mengakibatkan lahan garamnya terendam air rob. Para petani pun resah karena tidak bisa mengolah lahan garamnya.

Dikutip dari demakkab.go.id, Senin (31/5/2021), salah seorang petani garam, H. Noor Shohib, asal Desa Kedungmutih, menuturkan bahwa tanggul SWD 1 jebol di dua titik sepanjang kurang lebih 100 m.

”Padahal untuk membuat garam itu membutuhkan lahan yang kering. Hal inilah yang membuat ratusan petani garam tidak bisa menggarap lahannya”, kata Noor Shohib.

Noor Shohib menambahkan, bahwa tanggul SWD 1 yang ada bagian selatan sungai, kondisinya juga kritis karena terkena abrasi dan rob tinggi.

“Setiap tahun memang sudah ada penanganan dari pemerintah daerah tapi kerusakan selalu berpindah tempat. Satu titik sudah diperbaiki tapi di titik lain yang kritis jebol sehingga membuat air rob langsung masuk ke tambak ikan dan garam”, tandas Noor Shohib.

Terkait dengan kerugian yang ditimbulkan, Noor Shohib menuturkan bahwa kerugian petani tambak dan garam cukup besar, selain peliharaan ikan dan udang hilang karena rob, waktu penggarapan lahan garam juga mundur dan panen garam pun mundur.

”Kami mohon kepada pemerintah entah pemerintah desa, kabupaten, provinsi atau pusat bisa segera menutup tanggul yang rusak sehingga kami bisa mulai produksi garam. Kami sudah menunggu cukup lama tidak ada perhatian dari pemerintah untuk memperbaiki tanggul yang rusak”, kata Noor Shohib.

Hal sama dikatakan juga dikatakan oleh Ulin Nuha. Jebolnya tanggul membuat tambaknya tidak produktif lagi selain membuat garam sulit juga tidak bisa untuk memelihara ikan dan udang. Ketika ikan udang mulai besar rob datang ikan dan udang pada hilang terbawa rob.

”Kalau kondisinya begini terus, saya tidak mendapatkan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Saya mohon agar tanggul yang rusak bisa segera ditutup, agar kami bisa membuat garam dengan lancar . Satu-satunya penghasilan yang utama kami adalah dari membuat garam ini”, Ujar Ulin Nuha. (Pur).

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in JATENG

To Top